30-Mar-2026
Kepulauan Sula (Kemenag Malut) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara (Kanwil Kemenag Malut) merespons cepat pemberitaan terkait penutupan akses salah satu madrasah penerima manfaat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yaitu MTs di Desa Buya Kabupaten Kepulauan Sula.
Kepala Bidang Pendidikan Islam (Kabid Pendis) H. Yamin Latief menyampaikan bahwa sejak informasi tersebut diterima, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kami tidak tinggal diam. Sejak awal kami berupaya menjembatani komunikasi antar pihak, sekaligus memastikan permasalahan di lapangan dapat segera ditangani dengan baik,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Kanwil Kemenag Malut melalui Ketua Tim Sarana dan Prasarana, Maskur M Laher melakukan verifikasi lapangan bekerjasama dengan Kemenag Kabupaten Sula, untuk mengecek duduk permasalahan, selanjutnya kami berkoordinasi dengan instansi teknis yaitu Satuan Kerja Pembangunan Sarana Prasarana Strategis Kementerian PU RI yang menangani pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Maskur, dalam proses penelusuran, diperoleh informasi bahwa pelaksanaan program telah berjalan sesuai mekanisme, pihak PU pun telah menyelesaikan kewajibannya sesuai waktu yang ditentukan kepada kontraktor, namun terdapat dinamika antara pihak kontraktor dengan pekerja yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja, sehingga berdampak pada pemalangan madrasah.
Kanwil Kementerian Agama Maluku Utara menegaskan bahwa dalam program pembangunan tersebut, posisinya sebagai penerima manfaat, sementara pelaksanaan teknis kegiatan berada pada kewenangan pihak PU sesuai ketentuan.
Meski demikian, Kemenag tetap mengambil peran aktif dalam mendorong komunikasi dan koordinasi lintas pihak, sehingga berbagai hal yang menjadi perhatian dapat segera diselesaikan secara bersama.
Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana kondisi di lapangan kini telah kembali kondusif, dimana kontraktor telah menyelesaikan kewajibannya kepada pekerja dan palang madrasah sudah dibuka kembali.
Kepala Madrasah, Mursalin Pohi, menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar telah kembali berjalan normal.
“Alhamdulillah, akses madrasah sudah dibuka, dan proses pembelajaran dapat berlangsung seperti biasa,” ungkapnya.
Kanwil Kemenag Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam memastikan keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan serta mendukung penyelesaian setiap dinamika di lapangan secara komunikatif dan berorientasi pada kepentingan bersama.